Cara membuat barcode dimulai dari menentukan penggunaannya: untuk identifikasi barang di sistem internal, untuk produk yang masuk jaringan ritel, atau untuk membuka tautan. Pilihan ini menentukan nomor, jenis simbol, dan alat yang dibutuhkan.
Panduan ini berfokus pada barcode produk. Jika kebutuhan Anda adalah mengubah link menjadi kode yang bisa dipindai kamera HP, langsung gunakan tutorial membuat link barcode online.
Dalam panduan ini:
- Barcode produk dan QR untuk tautan
- Siapkan identitas produk
- Contoh barcode internal
- Barcode untuk ritel
- Hubungkan ke sistem stok
- Cetak dan uji
- Pertanyaan umum
1. Bedakan barcode produk dan QR untuk tautan
| Kebutuhan | Data yang digunakan | Langkah awal |
|---|---|---|
| Stok atau operasional internal | Kode unik yang dikelola sistem Anda | Pastikan jenis barcode dan perangkat pemindai didukung aplikasi. |
| Produk untuk jaringan ritel | Identitas produk sesuai ketentuan mitra, termasuk GTIN bila diminta | Periksa persyaratan ritel dan proses identifikasi melalui organisasi GS1. |
| Membuka website atau dokumen | URL tujuan | Buat QR dari tautan melalui generator QR. |
Dalam barcode produk GS1, pola dapat dibaca sebagai nomor identifikasi GTIN. Informasi ini berbeda dari gambar QR yang memuat URL. Gambar yang berhasil dipindai perlu membawa identitas yang benar dan dikenali sistem penerima.
2. Siapkan identitas untuk setiap item
Buat daftar produk yang ingin diberi kode. Catat nama, varian, ukuran atau satuan kemasan, serta kode yang digunakan dalam sistem. Gunakan aturan penamaan yang konsisten dan periksa agar dua item berbeda tidak memakai identitas yang sama.
Sebagai ilustrasi operasional internal, Anda dapat mencatat kode SKU-DEMO-001 untuk satu item uji. Ini adalah contoh SKU buatan sendiri, bukan GTIN GS1. Jangan menganggap kode contoh atau angka acak sebagai nomor ritel yang terdaftar.
3. Buat contoh barcode untuk penggunaan internal
Untuk latihan dengan data contoh, generator Code-128 TEC-IT menyediakan pilihan jenis barcode dan kolom data. Code 128 dapat memuat contoh kode alfanumerik ini. Cek dukungan Code 128 pada aplikasi stok dan scanner yang akan digunakan.
- Tentukan satu kode contoh yang tidak tertukar dengan kode produk aktif, misalnya
SKU-DEMO-001. - Buka generator dan pilih Code-128.
- Masukkan kode contoh pada kolom data dan periksa preview yang ditampilkan.
- Gunakan fungsi unduhan yang tersedia pada generator. Tinjau ketentuan layanan untuk penggunaan yang direncanakan.
- Pindai gambar dengan perangkat yang mendukung jenis barcode tersebut. Hasilnya harus sama dengan kode yang Anda masukkan.
Contoh ini membantu memahami hubungan antara data dan gambar barcode. Untuk data usaha yang sensitif, pilih software atau generator sesuai kebijakan perusahaan. Tool eksternal memiliki kebijakan pemrosesan dan ketentuan penggunaannya sendiri.
4. Siapkan barcode untuk produk yang masuk ritel
Jika mitra meminta GTIN atau barcode GS1, ikuti proses identifikasi produk yang sesuai. GS1 menjelaskan bahwa GTIN adalah identitas produk yang unik dan dapat diverifikasi dalam sistemnya. Organisasi anggota GS1 menyediakan identitas tersebut melalui proses resminya.
- Periksa nomor dan jenis simbol yang diminta oleh mitra ritel atau marketplace.
- Hubungi GS1 Indonesia melalui direktori resmi untuk mengetahui proses yang berlaku.
- Alokasikan identitas produk sesuai aturan yang diterapkan pada produk dan variannya.
- Buat gambar barcode dari nomor yang sudah dialokasikan melalui software atau layanan yang sesuai.
- Periksa nomor dan data produknya sebelum masuk proses desain kemasan.
Membuat gambar EAN/UPC dari angka tertentu tidak otomatis menjadikan angka itu GTIN yang terdaftar. Sebagai contoh alur, GS1 US menyediakan proses pembuatan barcode melalui Data Hub setelah identitas produknya tersedia. Jalur administrasi untuk Indonesia perlu mengikuti organisasi setempat.
5. Hubungkan kode dengan sistem stok atau kasir
Masukkan identitas barcode ke record produk yang benar pada aplikasi Anda. Untuk latihan internal, pemindaian SKU-DEMO-001 seharusnya memilih item uji yang sudah disiapkan, bukan membuat produk baru tanpa pemeriksaan.
Periksa hasilnya dari sisi pemindai dan aplikasi. Scanner yang membaca karakter dengan benar masih dapat menghasilkan item yang salah jika kode dipetakan ke record yang keliru. Uji alur input dan pencarian produk sebelum mencetak banyak label.
6. Cetak satu contoh dan uji pada kemasan
- Pertahankan proporsi simbol dan ruang kosong sesuai jenis barcode yang digunakan.
- Gunakan hasil cetak yang tajam, dengan garis yang tidak melebar atau putus.
- Uji pada label atau kemasan akhir, termasuk bila permukaannya melengkung atau mengilap.
- Cocokkan hasil pemindaian dengan identitas dan record produk.
- Untuk jaringan ritel, ikuti spesifikasi cetak dan proses verifikasi mutu yang diminta mitra.
Untuk QR, DENSO WAVE mensyaratkan quiet zone empat modul. Jangan menerapkan angka yang sama secara otomatis pada semua barcode batang: kebutuhan ruang kosong dan ukuran mengikuti jenis simbol dan penggunaannya.
Pertanyaan umum
Apakah barcode buatan sendiri bisa langsung dipakai di supermarket?
Belum tentu. Mitra dapat meminta identitas GS1 dan spesifikasi simbol tertentu. Barcode internal yang bekerja pada aplikasi sendiri tidak membuktikan penerimaan di jaringan ritel.
Apakah satu kode boleh dipakai pada semua produk?
Hindari memakai satu identitas untuk item berbeda. GS1 menjelaskan bahwa satu GTIN dapat dicetak berkali-kali pada produk yang sama, tetapi dialokasikan untuk identitas produk tertentu.
Apakah Membara sudah menyediakan generator barcode batang?
Tool yang dibahas dalam panduan Membara saat ini adalah generator QR untuk teks atau URL. Panduan barcode produk ini memakai referensi dan contoh alat terpisah; Membara tidak menerbitkan GTIN GS1.
Jika tujuan Anda membagikan tautan katalog atau petunjuk produk, gunakan QR Code Generator Membara dan baca pengaturan QR yang sesuai.

